Minggu, 27 September 2015

EKSOTISNYA SUNGAI DI DESA RAHTAWU


berasa di pantai


Weekend kali ini dapat tugas negara ngantar kapolda mudik di kudus. seperti yang sudah2 kalau di desa pasti suwung mau ngapain. biasanya kalau ga tidur di kamar ya minan hape. terngiang kata2 lek wan yang berkharisma, "mbok yao dolan2 daripada neng kamar terus." 

fix akhirnya kuputuskan nyulik akamsi (anak kampung sini ) si gentong item fahrul. sebagai penunjuk jalan dan tukang jepret nanti hi. hi.., jujur jalan di kudus membingungkan banyak yang 1 arah.

penampakan akamsi si gentong item

tujuan kali ini ke desa rahtawu, meluncurlah kami kesana, ternyata dari kota kudus ambil arah ke gebog tinggal lurus aja sampai ketemu desa rahtawu, jarak tempuh sekitar 20-30 menit.

santai di gazebo
sebagai desa di lereng gn muria, jalannya ga terlalu nanjak, cuman sempit, kalau paspasan sama mobil, mobil kami harus mencari tempat minggir dulu, apalagi banyak pasangan anak muda naik motor di tikungan ngebut akibatnya makan jalan, kalau pas ketemu dengan mobil kami sering kaget mereka. tapi untungnya jarang mobil yang sampai ke desa ini ga seperti jalur kudus - colo.

gapura masuk desa rahtawu

Setelah memasuki gerbang desa, melewati rumah2 penduduk. ga beberapa lama kita sampai di lokasi. sungainya di pinggir jalan persis, sudah ada penitipan motor, beberapa warung dan beberapa gazebo. hanya ada 1 toilet umum. 

main di sungai tidak ditarik bayaran, hanya membayar parkir saja.

dan inilah sungainya, gile broo batunya besar2 di beberapa tempat di bendung dibuat kedung/ air terjun mini. airnya ga terlalu bening. tapi dingin. 


air terjun mini
  

ini disebut lincak atau jembatan dua duanya gagal hi.. hi..

pengen lompat lupa bawa baju ganti hede...w!!!


















bingung ditinggal para bidadari

batunya gede gede
diantara bebatuan 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar