Senin, 08 Februari 2016

EKSOTISME CANDI SUKUH

candi sukuh sebelum renovasi, "foto dari google

Candi Sukuh,  he...m!!!  candi yang kontroversial, selain bentuknya yang berbeda dari candi2 pada umumnya malah menyerupai  piramid di mesir atau piramid suku maya.  Selain itu juga patung dan reliefnya berkesan erotis karena  menampilkan bentuk alat kelamin. candi ini juga menghadap ke barat, berani beda dengan candi pada umumnya yang menghadap ke timur.

Terletak di lereng kaki gunung lawu pada ketinggian kurang lebih 1.186 m  DPL. pada koordinat 07o37, 38’ 85’’ LS dan 111o07,. 52’65’’ BT. Candi ini terletak di dukuh Sukuh, desa Berjo, Kec. Ngargoyoso, Kab, Karanganyar, Jawa Tengah.  Masih kurang jelas buka google map ketik key word “candi sukuh”

Kalau mau kesini kendaraan yang dipakai harus dalam keadaan Fit, karena jalannya nanjak terjal. Tiket masuknya Rp 7000.- dan kita diwajibkan memakai kain corak kotak2 hitam putih. Dan disuruh mengisi kas seikhlasnya buat kainnya.

Candi ini didirikan pada tahun 1437 M. Pemugaran pertama pada tahun 1928. Komplek candi ini terdapat 3 teras. Memiliki 3 pintu gapura. 1 buah candi induk dan candi pewara yang di dalamnya terdapat patung. Candi ini kurang rapi dibanding candi2 lainnya diduga karena waktu pembangunannya adalah di akhir masa majapahit, pembuatnya juga diyakini bukan pemahat batu. Melainkan pemahat kayu,  dibuatnya juga tergesa gesa. Batu yang digunakan juga bukan batu yang umum dipakai candi2 di jawa. Melainkan batu andesit yang berwarna agak kemerah merahan
layout komplek candi sukuh

Begitu masuk komplek untuk naik ke teras pertama ada gapura I. Berbentuk menyerupai piramid  kanan kiri gapura ada relief sengkala memet. yang masing-masing memiliki makna 9, 5, 3, dan 1. Jika dibalik maka didapatkan tahun 1359 (Saka) (1437 Masehi).  Di gapura I ini lorongnya dikasih pintu besi jadi tidak bisa dilewati, pengunjung harus lewat jalan lain yang disediakan buat naik ke teras I
gapura ke I


sengkala memetgapura buta anahut buntut("raksasa gapura menggigit ekor")
sengkala memet gapura buta aban wong("raksasa gapura memangsa manusia")

gapura I dilihat dari teras I
Teras I hanya berisi taman saja, kalau mau naik ke teras II harus melewati gapura II yang sudah runtuh. Gapuranya tinggal separo tanpa atap
teras I
gapura II


gapura III, II, I urut dilihat dari teras III
Di teras II ada 3 buah panel relief 

Teras III atau teras utama, disebelah kiri ada beberapa relief dalam panel2 batu yang menceritakan tentang kidung sudamala,

sadewa menyembuhkan pertapa buta tambapetra

dewi durga ditemani dua raksasa kalantaka & kalanjaya mengancam membunuh sadewa

sadewa sujud di depan dewi durga

bima melawan raksasa kalantaka
relief gajah

relief celeng

di sebelah kanan ada patung garuda dari kisah tentang pencarian tirta amerta ( air kehidupan )
patung garuda
sayang pas kesini candi utama lagi dipugar bagian anak tangganya, kelihatan kalau di dalam candi hanya tanah isinya, jadi candi utama semacam bukit berbentuk piramid kemudian di lerengnya di kasih susunan batu hingga berbentuk candi.  Di depan candi utama ada beberapa patung dan candi pewara. ( dipercaya sebagai tempat kediaman kyai sukuh penguasa ghaib komplek candi )
candi utama, sayang masih dipugar 
dalemnya candi tanah
candi pewara

patung di dalem candi pewara
Selain candi pewara ada beberapa patung dan relief di depan candi utama
patung yang sedang memegang anu.... 

patung kura kura, dulu mungkin buat tempat sesajen

Di samping kanan candi utama terdapat relief gajah.
relief gajah, (abaikan modelnya )
Gimana tertarik untuk kesini, Cuss bukan plan!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar